Sunday, January 10, 2016

Enaknya menjadi editor


Anda seorang editor? Anda tidak merasakan enaknya bekerja di bidang editing? Kenapa?. Bukannya dulu anda kepengen banget bisa kerja sebagai editor?. Memang bekerja didalam ruangan bisa membuat anda bosan, tapi inilah enaknya bekerja sebagai editor.



Bisa menjadi seniman yang idealis

Kalau selama ini anda diharuskan mematuhi aturan yang baku, di editing anda tidak harus melakukannya, biarpun ada beberapa aturan di dalam mengedit video. Tapi aturan itu bisa dikondisikan menurut bagaimana bagusnya feelling kita dan pandangan penonton. Kita bisa membuat sebuah adegan yang biasa menjadi luar biasa. Misalnya adegan yang tidak lucu, kita tambahin sound atau grafis yang mendukung agar bisa lucu. Otomatis itu adalah sebuah idealisme seorang editor, karena itu berasal dari feellingnya editor, bukan dari naskah atau materi.

Tidak kepanasan

Secara, kita kerja di dalam ruangan dan ber AC, bukan di lapangan atau di jalan. Ruang editor merupakan ruang yang sakral kalo orang lain yang melihat. Kita bebas mau nutup pintu, buka pintu, pake headset biar ga ada orang yang ganggu.

Gaji gede

Berapa gaji seorang editor?. Gaji seorang editor itu relatif, tergantung dari :banyaknya materi, panjang durasi tayangnya, jenis tayangan, performa editor, pengalaman editor, level perusahaan dan seberapa pentingnya tayangan yang akan dibuat. [bocoran] Di jakarta, seorang editor inhouse [tetap] di gaji minimal 4,5 juta untuk level yang baru lulus, 7-9 juta untuk yang sudah berpengalaman [tergantung program apa yang dikerjakan]. Untuk yang freelance mereka biasa mematok harga 1,5 juta untuk setengah jam tayang dan 2,5-4 juta untuk satu jam tayang [tergantung program apa yang dikerjakan].


Tidak berhubungan sama emosi orang lain

Kita ambil contoh aja seorang koordinator pemain, mereka melakukan pekerjaan yang berhubungan sama artis melalui seorang manager dan kenalnya lewat agency. Nah itu udah melewati beberapa orang untuk menyampaikan apa yang diinginkan. Misalnya si artisnya waktunya longgar, dan menagernya pun mau dengan harga yang kita tawarkan, tapi karena si agency yang ngenalin itu tidak kecipratan atau kecipratan sedikit, maka transaksi memakai pemain dengan si artis itu akan gagal. Dan mereka saling "tidak enakan", si koordinator talentnya juga sungkan untuk calling managernya langsung atau si artisnya langsung. Ruwetkan?. Kalau editor tinggal tanya maunya seperti apa, referensinya pengennya kayak gimana, udah..!!

Menjadi raja dalam studio

Di editing kita puas membuang atau memakai shoot yang sudah dibikin oleh sutradara, biarpun itu sutradara ternama sekalipun, atau adegan yang dibikin tiu sangat merepotkan dan membuang banyak biaya. Kita bebas membuangnya asal ada alasan yang jelas. Misalnya terlalu lebay, tidak kontinity, kurang maksimal, keliatan bohongnya atau yang lain. Kita sebaagai editor otomatis lebih teliti melihat tiap potongan scene, secara kita telah berulang-ulang melihat scene itu [rata-rata 5-20 kali mengulang], otomatis kita tahu itu adegan kurangnya apa dan kita berhak membuangnya.

Tidak ada tawar menawar

Tawar menawar fee itu pasti ada, tapi kita yang selalu menang. Apalagi kita sudah berpengalaman. Pengalaman dan kemampuan itu menjadi senjata utama untuk menjadi idealis dan mahalnya fee kita. Misalnya di tawar 100 ribu bilang aja "Cari aja editor 100ribuan kalo bisa ngerjain program itu" atau "kalo segitu mah, asisten gue aja yang ngerjain".

Bisa ngatur waktu

Kebanyakan ini kelebihan seorang editor freelance dan jam tayangnya sudah jelas, apalagi kalau kita sudah bisa mengukur berapa lama kemampuan kita menyeleseikannya. Kita tinggal atur sendiri waktu kita, "ah masih besok ini tayangnya, semalem juga kelar, gue jalan-jalan dulu sama keluarga"

Bisa online sepuasnya

Ngedit-ngedit, cari materi di internet, terus nyangkut ke youtube, ke facebook dan akhirnya facebookan sampe larut. Itu yang menjadi kebiasaan seorang editor. Secara kita kerja dengan komputer, kecuali komputer editing ga nyambung internet [ada beberapa perusahaan udah nerapin aturan itu].

Bisa sabet sana sabet sini

Mau editor inhouse atau freelance mereka "pasti" punya sidejob. Apalagi dikantornya dia kenal editor2 lain yang punya sidejob. Otomatis mereka berbagi kalo mereka ga mampu nyelesein sendiri. Dan misalnya editing weddinganpun berdatangan, karena mereka liat kita udah berpengalaman di TV [tapi biasanya harganya minta dimiringin]. Ga cuma sidejob ngedit, kita juga bisa bisnis yang lain, misalnya pulang ngedit macul, jualan kopi sambil ngedit dirumah, jual online atau ngeblog dan bikin video youtube.

Bisa belajar ilmu yang lain

Dengan ngedit video, kita bisa belajar ilmu penyutradaraan, kamera dan yang lain. Asal kita juga paham basic kerja lapangan dan jeli dalam melihat gambar. Misalnya Untuk membuat adegan malam menjadi siang di dalam ruangan, kita perhatiin di jendela pasti pake filtras putih trus di temnak daylight dari luar. Dan beberapa hal lain yang bisa kita pelajari di editing, misalnya "ekspresi ini kurang, harusnya begini", kita lebih tau.

Bisa membuat film tanpa harus shooting

Bikin film tanpa shooting? Kok bisa? Ya jelaslah. Kan dengan nguasai ilmu editing, compositing, sound dan effect kita bisa bikin animasi, artinya kita bikin karakter sendiri, kita sutradarai sendiri, kita kasih sound sendiri, kita tonton sendiri, hehehe. Berbeda dengan sutradara, mereka butuh kameramen, lighting, art, butuh pemain, trus butuh PU buat bikinin kopi, ruwet kan.

Ga usah ngekost

Tidur aja di ruang editing [kalo tidak malu]. Tapi beberapa editor yang rumahnya jauh dari studio, mereka pada bawa bekel, salin, alat mandi dan keperluan harian dalam tas. Kebanyakan mereka nginep di studio, secara umum studio editing punya minimal sofa buat preview produser, bahkan malah disediain kasur buat editor tayangan striping.

Nah enakkan jadi editor? Tapi ada juga ga enaknya loh baca ini : Tidak enaknya menjadi editor video

5 komentar:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. njir semuanya gw banget wkwkwk , btw gw kerja sbg editor youtuber ada 2 org .
    satu nya ngantor (bisa nginep), satu nya inhouse, hasil gila2an sih . wkwkwk bisa beli kamera laptop pc sendiri dlm waktu 4 bulan gajian .
    kamera pake a6300, pc rakit abis build nya 13an cpu aja , laptop rog gl503ge .
    pc gw tp masi lesehan wkwk. next beli meja deh ama kursi :v .

    kmarin ga beli2 karna blm butuh , beli meja ama kursi kan ga mempercepat rendering juga , jd beli core nya dulu :v
    nah skrg pinggan udah mulai nih , jd hrs beli meja kursi :v

    ReplyDelete
  3. VAZBET menyediakan promo terbaru !!!
    Promo Tembak Ikan Online !!!
    – Bonus Deposit Awal Member Baru 25% (minimal 100.000)
    – Maksimal Bonus 500.000,-
    – Minimal Deposit 25.000,-
    – Bonus Next Deposit Harian 5% (1 hari 1 kali claim dari deposit terakhir)
    – Bonus CASHBACK 10% dari jumlah WIN/LOSE per-minggu
    – Bonus Refferral Mingguan 2% dari jumlah WIN/LOSE per-minggu Teman yang di ajak !

    AYO BURUAN JOIN VAZBET - Agen Tembak Ikan , Slot Online Terpercaya Indonesia 2019 !

    ReplyDelete